Judul: Me Before You (Sebelum Mengenalmu)
Penulis: Jojo Moyes
Blurb
Lou Clark tahu banyak hal. Dia tahu berapa langkah jarak antara halte bus dan rumahnya. Dia tahu dia suka sekali bekerja di kedai kopi The Buttered Bun, dan dia tahu mungkin dia tidak begitu mencintai pacarnya, Patrick.
Tetapi Lou tidak tahu bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya, dan peristiwa apa saja yang akan menyusul kemudian.
Setelah mengalami kecelakaan, Will Traynor tahu dia sudah tidak berminat lagi untuk melanjutkan hidupnya. Dunianya kini menyusut dan tak ada lagi suka cita. Dan dia tahu betul, bagaimana mesti menghentikannya.
Namun Will tidak tahu bahwa sebentar lagi Lou akan masuk ke dunianya dengan membawa warna-warni ceria. Mereka berdua sama-sama tidak menyadari, betapa mereka akan membawa perubahan besar ke dalam hidup satu sama lain.
Cerita Me Before You ini udah ada filmnya, dan saya punya kebiasaan jelek nonton dulu baru baca bukunya (kalau ceritanya adaptasi buku) lol. Awalnya saya cuma baca review sekilas dari buku ini sebelum akhirnya nonton, dan tanpa disangka, ternyata kakak saya punya bukunya dan dia bilang lebih asyik baca daripada nonton, jadi akhirnya saya baca lagi walaupun udah tau feel-nya gak dapet karena saya udah nonton.
Tapi, seperti yang orang lain tau, ketika buku diangkat ke film pasti ada bagian yang dikurangi. Bagian-bagian itulah yang bikin saya gemay waktu baca bukunya dan mikir, kenapa bagian ini gak dimasukin juga? Especially bagian bikin tato
Oke mari bahas alurnya dulu.
Cerita ini ditulis dalam sudut pandang Louisa Clark/Lou. Dimana suatu saat Lou diberhentikan dari pekerjaannya dan terpaksa harus mencari pekerjaan lain, karena Lou adalah tulang punggung keluarganya yang--menurut tingkatan mereka--miskin. Setelah cari kerja kesana kemari, Lou akhirnya dapat kerjaan di keluarga Traynor.
Will Traynor, dulunya ini suka banget ngebolang kemana-mana, naik gunung, ke laut, dll. Tapi setelah kecelakaan yang bikin dia cedera tulang punggung, seluruh tubuhnya kecuali kepala dan ujung jari, lumpuh. Karena ngerasa hidupnya yang sekarang udah bukan hidup yang dulu dia sayangi itu, Will pengen udahan aja. Paham kan?
Nah, Will ngasih waktu ibunya--yang gak setuju sama keputusan Will ini--enam bulan. Ibunya berharap banget selama enam bulan itu Will bisa berubah pikiran. Sampai akhirnya Lou kerja di sana, dan selama beberapa bulan Lou masih gak tau tujuannya dipekerjakan itu apa, yang dia tau dia cuma ngurusin Will dan harus sabar-sabar dalam ngadepin sikap nyebelin nan sarkastiknya.
Lalu suatu hari tanpa sengaja
Will sendiri, yang awalnya gak peduli sama Lou, lama-lama gemas waktu tau Lou ini sangat-sangat anti keluar dari zona nyamannya. Lou gak pernah nyoba hal baru, dia cuma suka pakaian dan tumbuh besar di kota kecil itu, cari kerja dan menghidupi keluarganya, udah gitu aja. Hidup Lou bagi Will itu ngebosenin banget dan Will mau Lou itu cari tantangan, ngelakuin hal yang baru, de el el.
Ya gitu deh, wkwkwk, tapi cerita ini gak melulu tentang hubungan antara Will dan Lou yang makin lama makin *cough*. Kita juga disuguhi konflik antara Lou dan adiknya yang dianggep pintar, antara Lou dan keluarganya karena di sini, posisinya Lou sebagai tulang punggung keluarga, antara Lou sama pacarnya, Patrick
Karena saya udah nonton filmnya duluan, saya udah tau endingnya bakal gimana dan gak terlalu nyesek waktu baca bukunya--atau emang saya gak punya hati? Tapi, jujur, setiap saya nonton ulang filmnya, meskipun cuma nonton endingnya aja, masih ada rasa-rasa nyesek.
Ya pokoknya cerita ini bikin gemay dan lumayan page-turner sih soalnya saya suka mikir "ah nanggung dikit lagi" kalo baca wkwkw.
4/5 buat Will!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar